Mengajak
Mahasiswa UPGRIS Untuk Bersastra
Oleh
: Oktaviani Vika Ariska/3D/15410151
Badan
Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa Dan Seni mengadakan sebuah acara
UPGRIS Bersastra di Balairung Universitas PGRI Semarang pada tanggal 19 Oktober
2016, acara dimulai pukul 08.00 sampai dengan 12.00. UPGRIS Bersastra
dilaksanakan dalam rangka Lounching Gebyar Bulan Bahasa, dalam UPGRIS
Bersastra ini membedah 3 buku, 3
pembaca, 3 kritikus dengan 1 pengarang yaitu bedah buku karya Triyanto
Triwikromo dengan judul buku Bersepeda Ke Neraka, Selir Musim Panas dan Sesat
Pikir Para BInatang. Acara UPGRIS Bersastra ini dimeriahkan oleh Rektor
Universitas PGRI Semarang dengan pembacaan puisi, Wakil Rektor 1 Universitas
PGRI Semarang dengan musikalisasi puisi, Biscuit Time dengan musikalisasi
puisi, ada juga orasi dari Dr. Nur Hidayat, Drs. Prasetyo Utomo, M.Pd. dan
Widyanuari Eko Putra, S.Pd. dengan Host Dr. Harjito. Masih banyak lagi
persembahan yang ada dalam UPGRIS Bersastra, persembahan yang cukup menghibur
para penonton. Rektor Universitas PGRI Semarang membacakan sebuah puisi yang
indah bahkan Rektor Universitas PGRI Semarang memainkan gitar dan menyantikan
lagu ciptaannya. Wakil Rektor 1 musikalisasi puisi dengan seorang mahasiswa
yang diiringi tembang jawa dibawakan dan dikemas sedemikian rupa hingga
terdengar sangat indah. Apalagi ketika mendengar nada-nada gitar yang dimainkan
oleh personil Biscuit Time dan suara yang merdu membuat para penonton terbawa
suasana dan ikut bernyanyi ada 5
musikalisai puisi yang dibawakan oleh Biscuit Time. Ada pula dramatisasi
puisi dari mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang terkemas memukau banyak
pasang mata. Ada pula kolaborasi musikalisasi puisi yang diiringi tarian indah,
gerakan-gerakan yang begitu indah musikalisasi puisi yang merdu seakan menyatu
menjadi sebuah persembahan yang begitu menarik. Setelah beberapa persembahan
dihadirkan diatas panggung lanjut pada orasi dari 3 pembaca, yaitu dari Dr. Nur
Hidayat, Drs. Prasetyo Utomo, M.Pd. dan Widyanuari Eko Putra, S.Pd. dengan
acara yang dipandi oleh Dr. Harjito. Agar penonton tidak merasa bosan orasi
diselingi dengan penampilan Biscuit Time dengan lantunan puisi dan suara yang
merdunya itu Biscuit Time menghibur para penonton yang merasa bosan dan jenuh,
dengan penampilan Biscuit Time pula dapat mencairkan suasana yang panas setelah
orasi berlangsung. Acara yang berlangsung untuk membuka bulan bahasa ini sudah
cukup untuk menarik dan acara selesai pukul 12.00. yang membuat menarik acra
UPGRIS Bersastra ini adalah bedah buku dari Triyanto Triwikromo, mahasiswa
tertarik pada buku barunya dan di dalam acara tersebut ada juga pameran buku
yang diselenggarakan oleh Gramedia. Yang menyediakan tiga judul buku dari
Triyanto Triwikromo. Seusai acara mahasiswa dapt membeli buku yang mereka
inginkan dan dapat meminta tanda tangan dari Triyanto Triwikromo. Seusai acara
berlangsung banyak mahasiswa yang masih tinggal di tempat acara entah itu mau
meminta tanda tangan atau sekedar berfoto ria dalam ruangan acara. Acara
Lounching Gebyar Bulan Bahasa berbeda tahun lalu, dulu Lounching Gebyar Bulan
Bahasa dengan menonton bersama film Soekarno. Tahun ini juga ada acara lomba
stand up comedi dan lomba pidato sejawa tengah. Panitia sudah mengemas dengan
apik acara yang akan diselenggarakan pada puncaknya nanti semua mahasisiwa
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni dikumpulkan dalam satu ruangan yaitu di
Balairung Universitas PGRI Semarang dengan berpakain adat nusantara. Pada acara
puncak bulan bahasa yang tentunya berbeda pula dengan tahun lalu, tahun lalu
puncak dari bulan bahasa yaitu kirab budaya mahasiswa berpakaian adat nusantara
dan dikirab, yang dilombakan pada acara puncak bulan bahasa tahun lalu adalah
yel-yel kelas. Untuk tahun ini yang dilombakan adalah tari kreasi namun tetap ada
persamaan dari tahun ke tahun dalam aca puncak bulan bahasa yaitu pakaian yang
bertemakan pakaian adat nusantara. Pakaian adat nusantara memberikan wadah
mahasiswa yang kreatif, dan puncak bulan bahasa dijadikan wadah untuk
menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam mengkonsep pakaian kelas mereka agar
terlihat kompak dan menarik. Acara puncak bulan bahasa ini seperti aacara pesta
adat yang semua mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni bersuka ria
menikmati rangkaian acara satu per satu hingga acara telah usai namun rangkaian
acara puncak bulan bahasa akan terus melekan dalam pikiran mereka karena setiap
tahunya akan diadakan acra bulan bahasa mulai dari pembukaan dan puncak.
Biasanya acara bulan bahasa dilaksanakan bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Namun
kali ini puncak bulan bahasa dilaksanakan sehari sebelum hari Sumpah Pemuda.
Acara yang berlangung dari tahun ketahun ini tidak akan pernah ada perbedaan
yang sangat jauh setiap tahunya pasti aka nada acara yang hamper sama dengan
tahun-tahun sebelumnya. Acara bulan bahasa mulai dari Lounching Gebyar Bulan
Bahasa hingga Puncak Bulan Bahasa dijadikan masiswa sebagai hiburan tersendiri
bagi mahasiwa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang.
Tentunya tidak ada acara yang sukses dilaksanakan tanpa perjuangan dari panitia
yang bekerja keras untuk menyelenggarakan acara yang besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar