Nama : Oktaviani
Vika Ariska
Kelas : 1D
NPM : 15410151
Respon
“Apresepsi, Lima Menit Penentu Masa Depan”
Setiap pembelajaran yang dilakukan seorang guru di
dalam kelas secara umum menggunakan demonstrasi atau biasa dikenal dengan
ceramah. Dalam kegiatan pembelajaran terdapat kegiatan pendahuluan, kegiatan
inti, dan kegiatan penutup. Pembelajaran dapat member kesan yang menyenangkan
atau bahkan membosankan bagi peserta didik. Untuk itu, harus dirubah presepsi
pesrta didik bahwa pembalajaran itu membosankan dengan apresepsi.
Apresepsi, lima menit penentu masa depan masksudnya
adalah pada saat KBM berlangsung seorang guru memberikan yang berkaitan dengan
sesuatu yang pernah dialami oleh peserta didik, yang menjadi dasar untuk
menerima materi baru. Pesrta didik membutuhkan apresepsi agar peserta didik
lebih tertarik dan senang sehingga pesrta didik tidak merasa bosan.
Untuk itu, guru dapat memodifikasi cara mengajar
dengan menggunakan apresepsi, dengan pembelajaran yang inovatif. Suatu proses
yang menentukan hasil, apresepsi yang menjembatani peserta didik untuk menuju
hasil yang akan dicapai. Keberhasilan itu harus dilalui oleh peserta didik yang
memerlukan pemikiran yang matang. Kegagalan sering terjadi tetapi tidak menutup
kemungkinan untuk mencapai hasil yang maksimal.
Apresepsi menjadi sangat penting sebagai pembuka
pembelajaran. Penyampaian aprespsi yang inovatif dan menarik dapat dilakukan dengan berbaigai
cara salah satu contoh seorang guru menyisipkan motivasi-motivasi, dan
informasi-informasi yang sedang ramai diberitakan. Dapat juga untuk
menyampaikan sebuah materi dengan menyajikan sebuah audio visual agar peserta
didik lebih tertarik dan peserta didik akan lebih memperhatikan.
Memberikan motivasi kepada peserta didik untuk gemar
membaca itu juga sangat penting untuk saat ini karena pesrta didik lebih suka
membaca sms atau sosmed yang lain dengan seiring perkembangan IPTEK pola piker
pesrta didik pun berubah. Kebudayaan membaca harus dibangkitkan di kalangan
pesrta didik karena dengan membaca peserta didik dapat memperoleh penegetahuan
yang luas.
Motivasi yang lebih mempengaruhi pesrta didik utuk
lebih semangat dan pantang menyerah dalam menghadapi sebuah masalah dalam KBM.
Dalam suatu proses pasti ada kegagalan dan kegagalan dalam belajar itu wajar.
Dan motivasi harus diterapkan saat ada kegagalan dalam pembelajan pesrta didik.
Melalui kegagalan itulah pesrta didik akan mendapatkan hasil yang baik.
Penyampain motivasi tidak hanya dengan kata-kata
yang memotivasi saja tetapi juga harus dengan sebuah kejadian yang nyata atau
cerita yang nyata yang membawa peserta didik mengalami sebuah kejadian yang
sulit sehingga membuat peserta didik seperti mendapat motivasi dengan
sendirinya. Dapat dilakukan dengan guru mumutarkan video atau film yang
memotivasi pesreta didik, tanpa guru harus menuturkan kata-kata motivasi
peserta didik sudah
Apresepsi lain tidak hanya pendidikan akademik yang
harus dimatangkan tetapi peserta didik juga membutuhkan pendidikan karakter
dalam masyarakat. Jadi dengan pendidikan jangan hanya menjadikan peserta didik
pintar secara akademik tetapi juga karekter. Menjadikan peserta didik mengerti
tengan sopan-santun, taat pada agama, hormat kepada guru, dan mengasihi kedua
orang tua. Karena Indonesia tidak hanya membutuhkan manusia yang sekedar pintar
secara akademik tetapi juga karakter.
Untuk masa depan yang lebih baik pendidikan karakter
harus ditingkatkan di sekolah-sekolah. Kita
Negara yang beradab jadi jangan
cemari bangsa kita dengan pendidikan yang tidak berkarakter. Dengan pendidikan
yang saat ini sedang gencar diutamakan di Indonesia dapat membawa bangsa yang
besar dan disegani di kacah dunia.
Jadi, tidak hanya apresepsi motivasi, brita aktual
tetapi juga pendidikan karakter juga harus diterapkan di dalam sebuah
pembelajan. Peserta didik juga membutuhkan pendidikan karakter untuk dapat
memajukan pendidikan yang ada di Indonesia.
Penyampain apresepsi dengan berita atau
informasi-informasi yang sedang ramai dibicarakan itu akan membuat pesertadidik
lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak mementingaka diri sendiri.
Jadi,
definisi guru tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai pembimbing atau
memberikan inpirasi kepada peserta didik. Dalam arti pendidik atau guru tidak
hanya sekedar memberika materi pembelajaran tetapi juga harus memberikan suatu
apresepsi. Sehingga di dalam pembelajaran tidak hanya materi pembelajaran saja
yang diterima oleh peserta didik tetapi juga ada motivasi dan pendidikan
karakter yang bisa diterima oleh peserta didik.
Ini akan menjadikan peserta didik pintar secara akademik tetapi juga
akan menjadi manusia yang berkarakter. Oleh karena itu seorang pendidik
dituntut sebagai pendidik dan pembimbing. Jika seorang pendidik tidak memiliki
karakter (sopan-santun) lalu bagai mana peserta didiknya.
Oleh karena itu, dimunculkan lah apresepsi, lima
menit penentu masa depan. Meskipun dalam waktu yang singkat jika materi atau
ilmu (akademik dan karakter) itu sangat penting untuk peserta didik. Dan semoga
apresepsi ini akan berjalan degan lancer dan sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar