Minggu, 25 Desember 2016

Nama : Oktaviani Vika Ariska
Kelas : 1D
NPM : 15410151

Respon “Apresepsi, Lima Menit Penentu Masa Depan”

Setiap pembelajaran yang dilakukan seorang guru di dalam kelas secara umum menggunakan demonstrasi atau biasa dikenal dengan ceramah. Dalam kegiatan pembelajaran terdapat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pembelajaran dapat member kesan yang menyenangkan atau bahkan membosankan bagi peserta didik. Untuk itu, harus dirubah presepsi pesrta didik bahwa pembalajaran itu membosankan dengan apresepsi.

Apresepsi, lima menit penentu masa depan masksudnya adalah pada saat KBM berlangsung seorang guru memberikan yang berkaitan dengan sesuatu yang pernah dialami oleh peserta didik, yang menjadi dasar untuk menerima materi baru. Pesrta didik membutuhkan apresepsi agar peserta didik lebih tertarik dan senang sehingga pesrta didik tidak merasa bosan.

Untuk itu, guru dapat memodifikasi cara mengajar dengan menggunakan apresepsi, dengan pembelajaran yang inovatif. Suatu proses yang menentukan hasil, apresepsi yang menjembatani peserta didik untuk menuju hasil yang akan dicapai. Keberhasilan itu harus dilalui oleh peserta didik yang memerlukan pemikiran yang matang. Kegagalan sering terjadi tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Apresepsi menjadi sangat penting sebagai pembuka pembelajaran. Penyampaian aprespsi yang inovatif  dan menarik dapat dilakukan dengan berbaigai cara salah satu contoh seorang guru menyisipkan motivasi-motivasi, dan informasi-informasi yang sedang ramai diberitakan. Dapat juga untuk menyampaikan sebuah materi dengan menyajikan sebuah audio visual agar peserta didik lebih tertarik dan peserta didik akan lebih memperhatikan.

Memberikan motivasi kepada peserta didik untuk gemar membaca itu juga sangat penting untuk saat ini karena pesrta didik lebih suka membaca sms atau sosmed yang lain dengan seiring perkembangan IPTEK pola piker pesrta didik pun berubah. Kebudayaan membaca harus dibangkitkan di kalangan pesrta didik karena dengan membaca peserta didik dapat memperoleh penegetahuan yang luas.

Motivasi yang lebih mempengaruhi pesrta didik utuk lebih semangat dan pantang menyerah dalam menghadapi sebuah masalah dalam KBM. Dalam suatu proses pasti ada kegagalan dan kegagalan dalam belajar itu wajar. Dan motivasi harus diterapkan saat ada kegagalan dalam pembelajan pesrta didik. Melalui kegagalan itulah pesrta didik akan mendapatkan hasil yang baik.

Penyampain motivasi tidak hanya dengan kata-kata yang memotivasi saja tetapi juga harus dengan sebuah kejadian yang nyata atau cerita yang nyata yang membawa peserta didik mengalami sebuah kejadian yang sulit sehingga membuat peserta didik seperti mendapat motivasi dengan sendirinya. Dapat dilakukan dengan guru mumutarkan video atau film yang memotivasi pesreta didik, tanpa guru harus menuturkan kata-kata motivasi peserta didik sudah

Apresepsi lain tidak hanya pendidikan akademik yang harus dimatangkan tetapi peserta didik juga membutuhkan pendidikan karakter dalam masyarakat. Jadi dengan pendidikan jangan hanya menjadikan peserta didik pintar secara akademik tetapi juga karekter. Menjadikan peserta didik mengerti tengan sopan-santun, taat pada agama, hormat kepada guru, dan mengasihi kedua orang tua. Karena Indonesia tidak hanya membutuhkan manusia yang sekedar pintar secara akademik tetapi juga karakter.

Untuk masa depan yang lebih baik pendidikan karakter harus ditingkatkan di sekolah-sekolah. Kita 
Negara yang beradab jadi jangan cemari bangsa kita dengan pendidikan yang tidak berkarakter. Dengan pendidikan yang saat ini sedang gencar diutamakan di Indonesia dapat membawa bangsa yang besar dan disegani di kacah dunia.  

Jadi, tidak hanya apresepsi motivasi, brita aktual tetapi juga pendidikan karakter juga harus diterapkan di dalam sebuah pembelajan. Peserta didik juga membutuhkan pendidikan karakter untuk dapat memajukan pendidikan yang ada di Indonesia.

Penyampain apresepsi dengan berita atau informasi-informasi yang sedang ramai dibicarakan itu akan membuat pesertadidik lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak mementingaka diri sendiri.

Jadi, definisi guru tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai pembimbing atau memberikan inpirasi kepada peserta didik. Dalam arti pendidik atau guru tidak hanya sekedar memberika materi pembelajaran tetapi juga harus memberikan suatu apresepsi. Sehingga di dalam pembelajaran tidak hanya materi pembelajaran saja yang diterima oleh peserta didik tetapi juga ada motivasi dan pendidikan karakter yang bisa diterima oleh peserta didik.  Ini akan menjadikan peserta didik pintar secara akademik tetapi juga akan menjadi manusia yang berkarakter. Oleh karena itu seorang pendidik dituntut sebagai pendidik dan pembimbing. Jika seorang pendidik tidak memiliki karakter (sopan-santun) lalu bagai mana peserta didiknya.

Oleh karena itu, dimunculkan lah apresepsi, lima menit penentu masa depan. Meskipun dalam waktu yang singkat jika materi atau ilmu (akademik dan karakter) itu sangat penting untuk peserta didik. Dan semoga apresepsi ini akan berjalan degan lancer dan sukses.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar